BM vs RESMI




BM VS RESMI
PILIH YANG MANA???
H
al itu langsung terpintas dalam pikiran saya, peredaran ponsel BM di Indonesia masih marak dan semakin hari berkembang pesat. Meskipun semua merek yang beredar di Indonesia sudah memenuhi aturan Tingkat kadungan Dalam Negeri (TKDN) . Artinya, ketersediaan barang resmi di pasar ponsel tanah air sudah terpenuhi.
Aturan yang diberlakukan di Indonesia, TKDN buat smartphone dengan fitur jaringan 4G. Jadi semua ponsel yang sudah dilengkapi jaringan 4g sudah memiliki aturan TKDN. Unsur TKDN sendiri adalah sebuah unsur kandungan lokal bissa melalui berbagai skema terkait Hardware, software atau dalam bentuk investaasi laiinnya.
Aturan ini diharapkan membantu bagi pemerintah terutama untuk membantu menggurangi angka penggangguran dengan terbukannya lapangan kerja. Ini karena banyak vendor ternama yang hendak merakit handphone di Indonesia agar terpenuhi unsur TKDN.
Namun demikian walaupun TKDN ada meninmbulkan keuntungan terhadap negara tetapi juga ada menimbulkan kerugian terhadap negara. Kerugian itu tersebut sepeerti maraknya peredaran ponsel BM(Black Market) . Permasalahan ini ditimbulkan karena faktor Demmand (permintaan) warga Indonesia terhadap merek-merek tertentu. Maka dari itu banyak supplier nakal yang menawarkan produk BM terhadap calon pembelinya. Beberapa merek yang sering sekali diburu oleh pembeli di pasasr BM yaitu merek Xiomia dan Iphone. Karena kedua merek tersebut tergolong mumpuni.
Fakta yang menarik ketika perusahaan Xiomia dan Iphone sudah masuk resmi Di Indonesia dengan memenuhi syarat TKDN. Tetapi barang BM masih saja yang jadi favorit bagi pembeli.
Seperti Apple dengan berkerjasama lembaga R&D  mengembangkan program pendidikan bagi mahasiswa lokal yang cerdas dan berprestasi . Apple kiranya akan membangun 3 fasilitas pelatihan. Pertama berdiri di park di BSD city, tanggerang –Banten. Adapun dua pusat R&D lainnya berada di Jawa danSumatra.
 

Sedangkan Xiomia berkerjasama dengan perusahaan lokal. Xiomia berkerja sama dengan Erajaya dan Tata Sarana Mandiri(TSM) untuk meraakit . diproduksi di pabrik Sat Nusapersada yang terletak di Batam.

Untuk meminimalisir adanya produk BM di mmasyarakat. Pemerintah mungkin akan mengunakan kode IMEI, kode itu adalah kode produksi suatu ponsel. Jadi pemerintah bisssa langsung mengerti peredaran ponsel ilegal di pasaran.

Komentar